Mengapa SUS itu efektif digunakan?

 

Mengenal System Usability Scale (SUS): Sejarah, Asal Mula, dan Alasan Perhitungannya Secara Lengkap


Pendahuluan

Dalam pengembangan aplikasi, website, sistem informasi, maupun produk digital lainnya, aspek usability atau kemudahan penggunaan menjadi salah satu faktor paling penting. Sebuah sistem yang memiliki fitur lengkap belum tentu berhasil apabila pengguna merasa kesulitan saat menggunakannya.

Karena itu, dibutuhkan metode untuk mengukur tingkat kemudahan penggunaan suatu sistem secara objektif. Salah satu metode yang paling populer dan banyak digunakan hingga saat ini adalah System Usability Scale (SUS).

Metode ini terkenal karena:

  • sederhana,
  • cepat digunakan,
  • mudah dihitung,
  • namun tetap memiliki tingkat validitas tinggi.

Bahkan hingga sekarang, SUS masih digunakan dalam:

  • penelitian akademik,
  • skripsi,
  • tesis,
  • evaluasi aplikasi mobile,
  • website,
  • dashboard,
  • sistem informasi,
  • hingga produk berbasis AI dan IoT.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai:

  1. sejarah SUS,
  2. asal mula pembuatannya,
  3. struktur pertanyaan,
  4. alasan rumus perhitungan,
  5. interpretasi skor,
  6. hingga contoh perhitungannya secara rinci.

Apa Itu System Usability Scale (SUS)?

System Usability Scale (SUS) adalah metode evaluasi usability berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan suatu sistem.

SUS terdiri dari:

10 pertanyaan, menggunakan skala Likert 1–5, dan menghasilkan skor akhir antara 0–100.

Walaupun sederhana, SUS mampu memberikan gambaran umum mengenai kualitas usability suatu sistem.

Sejarah dan Asal Mula SUS

SUS pertama kali dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986 ketika bekerja di Digital Equipment Corporation.

Pada masa itu, pengujian usability masih cukup rumit karena memerlukan:

  • laboratorium khusus,
  • observasi langsung,
  • wawancara panjang,
  • serta biaya yang cukup besar.

John Brooke kemudian menciptakan metode evaluasi yang:

  • cepat,
  • sederhana,
  • murah,
  • dan tetap akurat.

Metode tersebut kemudian diberi nama:

  • System Usability Scale (SUS)

SUS pertama kali diperkenalkan dalam tulisan berjudul:

“SUS: A Quick and Dirty Usability Scale”

Istilah quick and dirty memiliki arti:

  • cepat digunakan,
  • sederhana,
  • tetapi tetap mampu memberikan hasil yang baik.

Tujuan Dibuatnya SUS

SUS dirancang untuk membantu peneliti dan pengembang dalam:

  • mengevaluasi usability sistem,
  • mengetahui tingkat kenyamanan pengguna,
  • mengukur efektivitas antarmuka,
  • serta membandingkan kualitas antar sistem.

Keunggulan utama SUS adalah dapat digunakan pada berbagai jenis produk digital seperti:

  • aplikasi mobile,
  • website,
  • LMS,
  • dashboard,
  • game,
  • sistem informasi,
  • perangkat keras,
  • hingga perangkat IoT.

Konsep Dasar Usability dalam SUS

Dalam SUS, usability tidak hanya berarti “mudah digunakan”, tetapi mencakup beberapa aspek seperti:

  • efektivitas,
  • efisiensi,
  • kemudahan dipelajari,
  • tingkat kepercayaan pengguna,
  • dan kepuasan pengguna.

Karena itu, SUS dianggap mampu memberikan gambaran umum pengalaman pengguna terhadap sistem.

Struktur Pertanyaan SUS

SUS memiliki 10 pertanyaan standar yang terdiri dari:

  • pertanyaan positif,
  • dan pertanyaan negatif.

Tujuan kombinasi ini adalah untuk menjaga konsistensi jawaban responden.

Pertanyaan Positif

Pertanyaan nomor:
1, 3, 5, 7, dan 9

Contoh:

“Saya merasa sistem ini mudah digunakan.”

Pada pertanyaan positif:

  • semakin setuju → semakin baik usability sistem.

Pertanyaan Negatif

Pertanyaan nomor:
2, 4, 6, 8, dan 10

Contoh:

“Saya merasa sistem ini terlalu rumit.”

Pada pertanyaan negatif:

  • semakin setuju → usability semakin buruk.

Mengapa SUS Menggunakan Pertanyaan Positif dan Negatif?

Hal ini bukan tanpa alasan.

Kombinasi pertanyaan positif dan negatif digunakan untuk:

1. Mengurangi Bias Jawaban

Responden sering cenderung memilih jawaban yang sama secara terus-menerus.

Dengan adanya pertanyaan negatif, responden dipaksa membaca dan memahami setiap pertanyaan.

2. Meningkatkan Reliabilitas

Jawaban menjadi lebih konsisten dan lebih mencerminkan kondisi sebenarnya.

3. Menghindari Jawaban Asal

Jika semua pertanyaan positif, pengguna bisa saja hanya memilih “setuju” untuk semua soal tanpa berpikir.

Skala Penilaian SUS

SUS menggunakan skala Likert 1–5:

NilaiKeterangan
1Sangat Tidak Setuju
2Tidak Setuju
3Netral
4Setuju
5Sangat Setuju

Skala ini dipilih karena:

  • mudah dipahami,
  • cepat diisi,
  • dan cocok digunakan untuk penelitian usability.

Mengapa Rumus SUS Dibuat Seperti Itu?

Salah satu hal yang paling sering ditanyakan adalah:

Mengapa perhitungan SUS menggunakan pengurangan dan pembalikan skor?

Jawabannya berkaitan dengan standardisasi data usability.

Perhitungan SUS Secara Detail

1. Perhitungan Soal Positif

Untuk soal nomor:
1, 3, 5, 7, dan 9

Rumusnya:

Skor = x - 1

Tujuannya:
agar nilai minimum menjadi 0 dan maksimum menjadi 4.

Contoh:

  • jika responden menjawab 5: [5 - 1 = 4]
  • jika menjawab 1: [1 - 1 = 0]

Dengan demikian seluruh item memiliki rentang skor yang sama.

2. Perhitungan Soal Negatif

Untuk soal nomor:
2, 4, 6, 8, dan 10

Rumusnya:

Skor = 5 - x

Mengapa dibalik?

Karena pertanyaan negatif memiliki arah penilaian yang berbeda.

Contoh:
Jika pengguna sangat setuju terhadap pernyataan:

“Sistem terlalu rumit”

maka usability sebenarnya buruk.

Karena itu nilainya harus dibalik agar:

  • skor besar tetap berarti usability baik,
  • skor kecil berarti usability buruk.

3. Menjumlahkan Seluruh Skor

Setelah semua skor dihitung:

  • seluruh skor dijumlahkan.

Nilai maksimum: 40

Nilai minimum: 0

Karena:

  • terdapat 10 pertanyaan,
  • masing-masing maksimum bernilai 4.

4. Mengapa Dikali 2,5?

Rumus akhir SUS adalah:

SUS = Total\ Skor \times 2.5

Tujuannya adalah mengubah rentang:

0–40 menjadi 0–100

Karena:

100 \div 40 = 2.5

Dengan begitu hasil SUS menjadi lebih mudah dibaca dan dibandingkan.

Apakah SUS Sama dengan Persentase?

Jawabannya:

Tidak.

Walaupun hasilnya berada pada rentang 0–100, SUS bukanlah persentase.

Contoh: SUS 80 bukan berarti usability 80%.

SUS merupakan: skor usability relatif berdasarkan model psikometri.

Karena itu interpretasinya berbeda dengan nilai persen biasa.

Interpretasi Skor SUS

Penelitian lanjutan oleh:

  • Jeff Sauro
  • James R. Lewis
  • Aaron Bangor

menghasilkan interpretasi berikut:

Skor SUSInterpretasi
> 80Sangat Baik
68Rata-rata
< 68Di Bawah Rata-rata
< 50Buruk

Mengapa Nilai 68 Dianggap Rata-rata?

Nilai 68 diperoleh dari:

  • ribuan penelitian usability,
  • meta-analysis,
  • pengujian lintas industri,
  • aplikasi,
  • website,
  • perangkat lunak,
  • dan sistem digital lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  • rata-rata usability global berada di sekitar angka 68.

Karena itu:

  • nilai di atas 68 dianggap baik,
  • sedangkan di bawah 68 dianggap kurang optimal.

Contoh Perhitungan SUS

Misalkan terdapat jawaban berikut:

SoalJawaban
14
22
35
42
54
61
75
82
94
101

Langkah 1 — Hitung Soal Positif

[(4-1)+(5-1)+(4-1)+(5-1)+(4-1)]

[3+4+3+4+3=17]

Langkah 2 — Hitung Soal Negatif

[(5-2)+(5-2)+(5-1)+(5-2)+(5-1)]

[3+3+4+3+4=17]

Langkah 3 — Jumlahkan

[17+17=34]

Langkah 4 — Hitung Skor Akhir

[34 \times 2.5 = 85]

Maka:

skor SUS = 85

Artinya: usability sistem sangat baik.

Kelebihan SUS

1. Cepat Digunakan

Hanya membutuhkan 10 pertanyaan.

2. Mudah Dihitung

Perhitungannya sederhana dan mudah dipahami.

3. Valid dan Reliabel

Sudah digunakan selama puluhan tahun dalam penelitian usability.

4. Fleksibel

Bisa digunakan pada berbagai jenis sistem.

5. Cocok untuk Sampel Kecil

Bahkan 8–12 responden sudah dapat memberikan gambaran usability awal.

Kekurangan SUS

1. Tidak Menunjukkan Masalah Spesifik

SUS hanya menghasilkan skor umum usability.

2. Bersifat Subjektif

Berdasarkan persepsi pengguna.

3. Tidak Menjelaskan Penyebab Masalah

Biasanya perlu dikombinasikan dengan:

  • wawancara,
  • observasi,
  • heuristic evaluation,
  • atau metode UX lainnya.

Kesimpulan

System Usability Scale (SUS) merupakan metode evaluasi usability yang sederhana namun sangat efektif. SUS dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986 untuk menyediakan metode pengukuran usability yang cepat, murah, dan mudah digunakan.

Rumus SUS dibuat secara khusus agar:

  • semua pertanyaan memiliki arah penilaian yang sama,
  • skor dapat distandarkan,
  • dan hasil akhirnya mudah dibandingkan antar sistem.

Walaupun terlihat sederhana, SUS telah menjadi standar internasional dalam evaluasi usability karena:

  • valid,
  • reliabel,
  • fleksibel,
  • dan cocok digunakan pada berbagai jenis penelitian maupun pengembangan sistem digital.

Dengan memahami asal mula dan alasan perhitungan SUS, peneliti dapat:

  • menggunakan SUS dengan benar,
  • menghindari kesalahan interpretasi,
  • serta menghasilkan evaluasi usability yang lebih akurat dan ilmiah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama